Sabtu, 15 September 2012

Aku yang berbeda

Kata orang-orang sekitar kini aku berbeda, dari yang dulu gemuk, hobi makan, hobi cerita dan hobi tertawa sekarang menjadi hobi melamun dan menangis tak kenal waktu. Ya memang hidup sedang bersikap tak adil untuk aku.

Ya, aku memang berbeda..,Sekarang setiap akan berangkat kerja aku bercermin dan mencoba berbagai macam model muka tersenyum agar setiap orang melihat kalau aku  baik-baik saja. Setiap ada di depan pintu kantor aku membaca doa agar hari ini terlewati sempurna, karena aku akan melihat orang-orang yang melukai ku ada di dalam sana. Tapi tak pernah ada hari yang terlewati sempurna untuk ku. Saat malam tiba itu lach saat air mata tak pernah bisa dihentikan. Mengingat segalanya, mengingat bagaimana CINTA melukai setiap centi dalam hati ku.

Ya, aku memang berbeda,...tak pernah ada teman yang aku hapus dalam list jejaring sosial ku. Tapi kini ada beberapa nama yang dengan terpaksa harus hilang. Bukan karena aku membenci tapi karena aku tak pernah sanggup melihat mu berbahagia dengan orang yang ku cinta. Aku memang tak pernah berencana untuk membuat doa bahwa akan ada kebahagian untuk kalian berdua, tapi aku juga tak pernah berdoa bahwa kalian akan menderita. Aku tak sanggup berucap apa pun kepada Tuhan untuk kalian.

Ya, aku memang berbeda,..sekarang aku sering memikirkan bagaimana bunuh diri bahkan meminta Tuhan agar aku mati. Hahahahahaha, padahal aku belum punya bekal apa-apa untuk aku bawa kehadapan Tuhan. Mudah-mudahan aku masih diberi kesempatan Tuhan untuk menjadi baik dulu baru benar-benar dipanggil oleh-Nya..aminnnnn...

Ya, aku memang berbeda,..kini aku anak durhaka terhadap orang tua. Amarah ku tak pernah ada habisnya bila di rumah. Bahkan bapak pernah bertanya "kenapa ade berubah sekali sekarang?'. Huhhh, entah lach.


Ya, aku memang berbeda,..Cinta yang dulu ku jaga kini akan aku lepaskan, karena sudah tak lagi indah..yang ada hanya rasa sakitnya.





Ya, aku memang berbeda,..karena aku sedang mencari jawaban atas banyak pertanyaan dalam benak ku,..mengapa ini terjadi kepada ku?,.mengapa aku?..kemana permohonan maaf yang dulu?..kemana janji tak akan mengulangi?..mengapa aku lagi yang tersakiti?..bagaimana aku mengikhlaskan semua ini?..hem,.ada banyak lagi pertanyaan yang kadang membuat kepala ini tak sanggup menampungnya.


Maaf atas semua perubahan yang tak menyenangkan dalam diri ku. Aku memang sedang beradaptasi dengan hidup yang baru. Aku sedang mencoba menyatukan semua serpihan-serpihan yang pecah dalam hidup ku dan membuatnya menjadi terlihat baru walaupun akan ada banyak bekas lukanya.

Maaf,..karena aku bukan lach aku yang dulu yang kalian kenal,...



Tuhan,.aku lelah

Tuhan,
Boleh kah aku berkeluh kesah?

Tuhan,
Aku telah hancur tanpa sisa

Aku menjaga cinta yang ku puja
Tapi aku dicampakan tanpa iba

Aku telah mencoba berbagai cara
Mencoba menjadi yang terbaik untuknya 

Aku mencintanya dengan semua jiwa dan raga ku
Tapi itu tak pernah bisa membuatnya tetap bersama ku

Tuhan,
Aku dihianati

Tuhan,
Aku diselingkuhi

Bukan untuk kali pertama ini kurasa
Karena kini sudah tak terhitung jumlahnya

Apa pun kan ku hadapi untuknya
Tapi tidak dengan yang penghianatan cintanya

Aku memutuskan pergi bukan karena aku tak lagi cinta
Aku pergi karena hati ini sudah tak sanggup untuk terluka

3 tahun aku menjaga cinta
3 tahun aku menyayanginya

Tuhan, aku lelah
Aku lelah dengan yang ku rasa
Aku lelah tanpa arti baginya

Tuhan,
Ambil semua yang kupunya untuknya
Ambil tanpa sisa

Aku lelah,
Aku lelah mencinta tanpa dicinta